Mahasiswa Teknik Sipil STTPU Tinjau Proyek Rekonstruksi Pascabencana Banjir dan Longsor di Lembah Anai dan Malalak, Sumatera Barat

Sebagai bagian dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM), mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekerjaan Umum (STTPU) Jakarta terlibat dalam peninjauan proyek rekonstruksi penanganan lereng pascabencana banjir dan tanah longsor di ruas Lembah Anai dan Malalak, Sumatera Barat.
Kegiatan ini dilaksanakan untuk memahami secara langsung upaya pemulihan infrastruktur jalan nasional yang terdampak bencana, sekaligus menjadi bentuk kontribusi keilmuan mahasiswa kepada masyarakat di wilayah terdampak.
Pada hari kedatangan, rombongan mahasiswa dijemput oleh pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) di Bandara Internasional Minangkabau dan selanjutnya diantar menuju Kantor BPJN untuk bertemu dengan Bapak Budiamin, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1 Lembah Anai dan Malalak.
Pada pertemuan tersebut, mahasiswa menerima arahan mengenai lokasi penempatan kegiatan serta basecamp yang akan digunakan selama berlangsungnya kegiatan, yaitu di kawasan Lembah Anai. Selanjutnya, mahasiswa diajak meninjau langsung lokasi proyek rekonstruksi di Lembah Anai dan Malalak, dua titik yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor.
Mahasiswa kemudian diarahkan untuk melaksanakan kegiatan PkM di Lembah Anai, yang juga menjadi lokasi basecamp tempat menginap selama masa kegiatan. Koordinasi pendampingan lapangan selanjutnya dialihkan kepada pihak HKI selaku pengawas lapangan. Pada hari pertama, mahasiswa diperkenalkan kepada tim yang bertugas di basecamp Lembah Anai, yang terdiri atas pihak Manajemen Konstruksi (MK) dan PT HKI selaku kontraktor pelaksana.
Pada hari berikutnya, mahasiswa memperoleh arahan untuk melakukan pengamatan pada proyek penanganan lereng di STA 63+500, salah satu titik kritis yang memerlukan penguatan struktur akibat dampak bencana. Pekerjaan rekonstruksi di lokasi tersebut terdiri atas dua metode, yaitu Soldier Pile dengan Capping Beam dan Soil Nailing dengan Shotcrete.
Pengamatan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Tim Lapangan yang mengamati pekerjaan Soil Nailing dan Tim Sipil (TS) yang mengamati pekerjaan Soldier Pile, dengan masa pengamatan masing-masing selama satu minggu.
Setelah minggu pertama berakhir, kedua tim mempresentasikan hasil pengamatan lapangan di hadapan pihak kontraktor dan tim perencanaan. Setiap tim memaparkan proses pelaksanaan pekerjaan rekonstruksi sesuai objek yang diamati. Pihak HKI turut memberikan tambahan masukan atas poin-poin yang belum tersampaikan dalam presentasi. Pada minggu kedua, TL dan TS bertukar objek pengamatan, yang hasilnya akan dipresentasikan kembali pada hari ke-16.
